Jangan kelor

OLAHAN makanan daun kelor tidak ada di setiap daerah. Daun kelor memang bukan bahan yang populer sebagai sayuran. Pohonnya biasanya hanya sebagai tanaman pagar di kebun-kebun atau di pinggiran rumah di perdesaan.

Namun di beberapa daerah, daun kelor disajikan sebagai menu sayuran. Daun kelor diolah dengan bumbu-bumbu sehingga dapat dinikmati sebagai bahan sayuran.

Kuliner daun kelor seperti dapat di temukan di Sulawesi, tepatnya dari suku Kaili di Sulawesi Tengah. Suku Kaili menyebut makanan dari daun kelor dengan uta kelo. Uta kelo dibuat dengan campuran santan kental sehingga rasanya sangat gurih.

Daun kelor. (Foto: instagram/yanitriwidi)

Lain lagi dengan di Lombok. Namanya kelaq kelor. Makanan ini juga dibuat dari daun kelor dengan bumbu-bumbu sayur bening. Selain kuah bening, sebagian mengolah daun kelor dengan cara ditumis.

Di Pulau Jawa, sayur olahan daun kelor terkenal yaitu dari Banyuwangi. Seperti dari Lombok, sayur kelor dari kabupaten berjargon the Sunrise of Java ini dibuat bening dengan bumbu lebih sederhana. Nama kulinernya jangan kelor. ‘Jangan’ dalam bahasa Jawa berarti sayur.

Daun kelor dikenal sebagai tanaman obat. Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut daun kelor sebagai pohon ajaib. Dalam studi WHO, tanaman ini telah memberikan manfaat berharga dan murah terhadap masyarakat di negara-negara termiskin dunia.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai